Sistem Pengolahan Limbah Cair Industri

Dibangun langsung sebagai infrastruktur milik industri, sistem pengolahan limbah cair ini memiliki fungsi khusus untuk menangani, menyalurkan, mengolah limbah atau limpahan air hujan agar tidak lagi membahayakan sehingga dapat dikembalikan dan diterima oleh lingkungan.

Sebagian besar limbah cair yang berasal dari industri mengandung senyawa berbahaya seperti nitrat, fosfor serta asam. Sehingga tanpa diolah dan dibuang begitu saja, limbah tersebut akan sangat membahayakan bagi lingkungan yang berada di sekitar industri. Dan dampak dari kerusakan lingkungan tersebut akan membawa pengaruh besar kepada kehidupan masyarakat.

Adapun sistem pengolahan limbah cair diantaranya adalah:

  1. Sistem lumpur aktif.

Sistem ini memiliki dua prinsip dasar pada saat beroperasi, yaitu prinsip bioreaktor dan tangki sedimentasi. Dalam sistem ini limbah cair dan biomassa akan dicampur ke dalam satu reaktor yang telah dilakukan aerasi. Tujuan khusus dari aerasi ini adalah menjadi sarana pengadukan dalam suspensi.

Seletah tercampur secara sempurna, maka air limbah dan biomassa tersebut akan dialirkan menuju tangki sedimentasi, ketika proses pengaliran tersebut air limbah dan biomassa harus dipisahkan dari air yang telah berhasil diolah.Lalu berhubungan dengan air yang mengendap akan dikembalikan ke biorekaktor, sedangkan air yang telah diolah dengan baik akan dialirkan secara bebas ke luar lingkungan.

Tujuan pengolahan limbah cair dengan menggunakan sistem ini adalah untuk menghilangkan senyawa karbon, nitrogen, dan fosfor. Penggunaan sisitem ini juga dilakukan untuk dapat melakukan stabilisasi terhadap lumpur menggunakan cara aerobik simultan.

Adapun kelebihan dari penggunaan sistem lumpur aktif ini adalah adanya kemudahan untuk melakukan pengolahan terhadap segala jenis limbah cair. Walaupun biayanya relatif mahal tetapi dengan menggunakan sistem ini industri tetap akan mendapatkan manfaat yang baik.

  1. Sistem tricking filter.

Sistem ini memiliki prinsip dasar yang berfokus pada tumpukan media padat dengan kedalamam kurang lebih sekitar dua meter dan pada umumnya berbentuk silinder. Pada sistem tricking filter ini, pengolahan limbah cair dilakukan menggunakan cara disebarkan menuju area permukaan milik media tersebut, namun dengan mamatuhi syarat bahwa lengan distributor dibuat berputar agar air dapat mengalir ke bawah.

READ  Mal di DKI Jakarta Akan Buka Kembali 5 Juni 2020

Air limbah yang telah mengalir tersebut akan diserap oleh mikroorganisme yang tumbuh dan berkembang pada media yang telah disediakan. Tujuan digunakannya sistem tricking filter ini adalah untuk mendapatkan hasil oksidasi dari karbon dan nitrogen yang ada dalam limbah cair.

  1. Sistem SBR.

Sistem SBR atau squencing batch reactor merupakan sistem lumpur aktif yang dapat dioperasikan dengan menggunakan cara curah. Salah satu hal yang berbeda dari sistem ini adalah tidak diperlukannya proses resilkulasi sludpe. Adapun tahapan dari proses pengolahan limbah cair menggunakan sistem ini adalah tahap penginstan, aerasi, pengendapan, pembuangan, dan idle.

  1. Sistem kolam.

Sistem iniĀ  memiliki prinsip dasar dengan melakukan suplai oksigen dan melakukan pengadukan secara alami. Ketika menggunakan sistem ini mungkin proses pengolahan limbah akan membutuhkan waktu yang cukup lama, hal ini terjadi karena perombakan bahan organik terjadi di area yang luas dan hanya menggunakan pengadukan alami.

  1. Sistem IPAL.

Sistem ini melakukan pengolahan limbah dengan menggunakan instalasi pengolahan air limbah. Dalam sisitem ini seluruh limbah biologis maupun kimiawi dapat diolah kembali menjadi air bersih yang terbebas dari bahan-bahan beracun dan berbahaya. Sistem ini masih memiliki beberapa jenis dalam pengoperasiannya.

Saat ini IPAL telah banyak digunakan dalam berbagai sektor-sektor industri, hal tersebut disebabkan manfaat yang diberikan oleh IPAL sangat berarti bagi lingkungan dan kesehatan. Dari banyaknya manfaat tersebut, maka akan lebih baik jika para pemilik industri yang belum menggunakan segera mencari tahu mengenai tempat penjualan IPAL serta harga IPAL untuk turut memulai upaya sanitasi lingkungan.