Dampak Stress Karena Wabah Virus Corona Pada Kesehatan Mental dan Fisik

Wabah Virus Corona Sebabkan Stress

Virus corona atau yang dikenal dengan Covid – 19, berdampak besar pada kehidupan masyarakat. Bukan hanya berdampak bagi kesehatan fisik namun juga kesehatan fisik. Wabah virus corona ini menyebabkan orang cemas, stress, bingung dan juga frustasi.

Banyak orang di dunia bukan hanya mengkhawatirkan tentang kesehatan fisik nya saja yang akan tertular virus corona. Namun, mereka juga mengkhawatirkan masalah keuangan, pekerjaan, bisnis, masa depan, dan juga kondisi setelah berakhirnya pandemi ini.

Untuk sebagian orang, rasa stress dan cemas yang muncul saat menghadapi wabah ini kemungkinan bisa mengganggu kesehatan mereka. Terlebih lagi jika orang tersebut sebelumnya memang memiliki riwayat gangguan kecemasan, serangan panik, dan depresi.

Namun gangguan kesehatan ini juga bisa mempengaruhi orang yang sehat fisik dan mentalnya. Beberapa kelompok yang kemungkinan sangat rentan mengalami stres psikologis selama berlangsungnya wabah virus corona adalah anak – anak, petugas medis dan juga lansia.

Stres secara alamiah memicu respons pada tubuh untuk berekasi berhadapan dengan acaman. Ketika kita menghadapi pontensi yang bahaya, sistem saraf otomaris berada di dalam mode mempertahankan diri.

Sehingga jantung pun berdetak menjadi lebih kencang dan memompa lebih banyak darah dan terakhir meningkatkan asupan oksigen. Hal inilah yang memicu napas seseorang menjadi cepat, sesak dan jantung berdebar kencang saat seseorang mengalami kecemasan, stress dan ketakutaan

Virus Corona dapat sebabkan Stres ?

Awanya respons tubuh tidak bermasalah saat menghadapi stress dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Tapi, apabila sistem saraf otonon yang menyebabkan keresahan ini terus menerus aktif seperti saat sedang mengalami pandemi ini maka dampaknya bisa mempengaruhi kesehatan.

Dalam jangka pendek, stress dapat mengganggu sistem daya tahan tubuh hingga ke sistem pencernaan. Namun dalam jangka Panjang stress dapat menyebabkan migrain, storke, penyakit jantung,diabetes, depresi, tekanan darah tinggi, hingga gangguan kecemasan.

Di dalam kondisi pandemi seperti ini, memang wajar jika berada pada rasa gelisah, kecemasan, susah tidur, mual, pusing, hingga tidak berselera makan. Gejala seperti itu akan membaik dan hilang seiring berjalannya waktu.

READ  Indoxxi Inilah Pengganti Situs Streaming Film Online 2020

Namun jika orang sudah  merasakan gejala tersebut sampai lebih dari satu bulan dan mempengaruhi hubungannya dengan lingkungan sekitar, bisa jadi stress itu mulai mempengaruhi kesehatan mental kamu. Sehingga kamu harus segera melaporkannya ke dokter, psikolog, atau psikiater agar kamu bisa diobati. Selain gangguan kesehatan mental yang berimbas pada fisik ini bisa kamu atasi lewat bantuan tenaga medis, kamu juga bisa mencegah kecemasan kamu sedikit demi sedikit.

Untuk mecegah stress saat pandemi ini, kamu bisa mencoba dengan memfilter informasi yang kamu dengar, baca dan yang kamu lihat. Pilihlah informasi yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Dan yang tidak kalah penting adalah lindungi diri kamu, tetap waspada akan lingkungan sekitar, dan jaga kesehatan.